Selasa, 24 Januari 2017

Kisah Lengkap Nabi Muhammad SAW

...Kisah Lengkap Nabi Muhammad SAW, Manusia Terbaik Sepanjang Masa...

Kisah Nabi Muhammad SAWKawan-kawan semua pasti sudah mengenal nabi Muhammad SAW bukan? Bahkan di Indonesia Nama Muhammad banyak dijadikan nama yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Luar biasanya lagi, Nabi Muhammad SAW juga dinobatkan sebagai manusia yang paling berpengaruh di dunia. Nabi Muhammad SAW merupakan penutup para nabi yang diutus Allah untuk menyempurnakan Akhlak Para Manusia. Nabi Muhammad SAW adalah pembawa rahmat untuk seluruh alam dan merupakan Rasulullah bagi seluruh umat di dunia.  Sesungguhnya Nabi Muhammad S.A.W merupakan satu anugerah dan kurniaan Allah SWT kepada umat manusia untuk menunjukkan jalan yang lurus dan benar. Berikut ini akan penulis ulas secara singkat terkait perjalanan hidup nabi Muhammad dari mulai kelahiran hingga wafatnya nabi Muhammad. Tentu saja banyak kisah-kisah lainnya yang tidak cukup dibahas disini, maka dianjurkan pembaca membaca referensi lebih dalam apabila ingin mengetahui lebih banyak tentang perjalanan nabi Muhammad SAW.
kisah lengkap nabi muhammad saw
Kisah Lengkap Nabi Muhammad SAW
  • Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad SAW – Nabi Muhammad dilahirkan di Mekah dan kembali ke rahmatullah di Madinah. Nabi Muhammad S.A.W merupakan Rasul dan Nabi terakhir bagi umat manusia dan seluruh alam. Nabi Muhammad merupakan pelengkap ajaran Islam. Beliau juga digelar Al Amin (الأمين) yang bermaksud ‘yang terpuji’. Nabi Muhammad SAW adalah anak dari Abdullah bin Abdul­ Muttalib. ibunya bernama Aminah binti Wahab. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah (atau, 20 April 571 Masehi). Dinamakan tahun Gajah, karena ketika beliau lahir, kota Makkah diserbu oleh Raja Abrahah dan tentaranya dari negeri Habasyah dengan bala tentaranya menunggang gajah. Mereka hendak menghancurkan Ka’bah karena iri hati terhadap­nya. Tetapi Allah melindungi bangunan suci itu dan seluruh pen­duduk Makkah, dengan menjatuhkan batu-batu Sijjil (dari neraka) melalui burung-burung ababil.
Ketika Nabi Muhammad SAW. masih. di dalam kandungan ibunya, Abdullah, ayahnya, pergi ke negeri Syam (Siria) untuk berdagang. Tetapi, sepulang dari sana, ketika sampai di kota Madinah, ia menderita sakit dan wafat dalam usia 18 tahun. Abdullah dimakamkan di kota Madinah. Maka, Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia dalam keadaan yatim. Setelah beberapa bulan dari wafatnya sang ayah berlalu, Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di Makkah, dan dengan kelahirannya itu, dunia menjadi terang-benderang. Sesuai dengan kebiasaan para bangsawan Makkah, ibundanya menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diyah dari kabilah Bani Sa’d untuk disusui.
Kemudian setelah 4 tahun berselang, nabi Muhammad diserahkan kembali kepada ibunya. Pada usia 6 tahun (48 SH), beliau diajak oleh ibunya berziarah ke makm ayahnya dan berziarah ke keluarganya dari Bani Adiy. Dalam perjalanan pulang ketika sampai di Abwa sebuah dusun yang berdekatan dengan Madinah, ibunya sakit dan tidak lama kemudian dalam perjalanan itu ibunya meninggal dunia.
  • Masa Kecil Nabi Muhammad SAW

Masa Kecil Nabi Muhammad SAW
Masa Kecil Nabi Muhammad SAW
Pada masa kecilnya, nabi Muhammad SAW  bekerja sebagai pengembala kambing, hal ini memberikan tempaan kepada nabi Muhammad untuk  melihat alam yang luas membentang, langit yang terbuka dan alam sekitarnya untuk ia renungkan sejak masa kecilnya.
Setelah menjadi yatim piatu, Akhirnya nabi Muhammad SAW diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthallib. Dalam masa-masa itu beliau menjadi penggembara kambing milik kakeknya. Namun rupanya usia Abdul Muthallib semakin tua dan sudah mendekati ajalnya, Abdul Muthallib wafat pada saat usianya 8 tahun (46 SH), sebelum wafat beliau menyerahkan nabi Muhammad kepada Abu Thalib untuk diasuhnya sebagai anaknya sendiri.
Abu Thalib menjadi pengasuh setia bagi Nabi Muhammad, diajaknya beliau berdagang ke Syam. Dilewatinya perjalanan dagang yang telah dilewati ayahnya, dan menikmati perjalan itu dengan membuktikan cerita-cerita orang yang telah didengarnya. Ditengah perjalanan ia berjumpa dengan seorang Rahib Buhaira yang bernama nastur, melihat tanda-tanda kenabian padanya, bahwa akan datang suatu hari kelak para pedagang dari arah selatan yang akan membawa seorang anak yang akan menjadi Nabi akhir zaman, lalu ia berkata kepada Abu Thalib: ”Sesungguhnya anak ini akan memiliki urusan besar”.
  • Nabi Muhammad SAW Berdagang ke Negeri Syam

Nabi Muhammad SAW Berdagang ke Negeri Syam
Nabi Muhammad SAW Berdagang ke Negeri Syam
Setelah Nabi Muhammad SAW berusia hampir 25 tahun, Abu Thalib, paman beliau merasa bahwa nabi Muhammad telah cukup dewasa. Maka dipanggilnya Nabi Muhammad, lalu ditawarkanlah kepada­nya suatu pekerjaan yang menguntungkan, seraya berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya kita bukanlah keluarga yang berkecukupan. Bahkan, kurasakan akhir-akhir ini kebutuhan kita semakin sulit didapat. Alangkah baiknya jika engkau pergi kepada Khadijah untuk meminta izinnya membawa barang-barang dagangannya ke negeri Syam. Mudah-mudahan dari usaha itu engkau akan beroleh keuntungan yang besar.”
Nabi Muhammad SAW menyetujui usul pamannya, sebab beliau memaklumi sepenuhnya akan kesulitan yang dihadapi pamannya itu dalam menanggung beban belanja rumah tangganya. Segera beliau pergi kepada Siti Khadijah untuk meminta izinnya memperdagangkan barang-barangnya. Siti Khadijah adalah seorang janda kaya di Makkah. la dikenal sebagai wanita Quraisy yang mulia karena keturunan dan akhlaknya. la adalah wanita budiman, gemar membantu sesamanya, dan senantiasa menjaga kehormatan dirinya, sehingga mendapat gelar At-Thahirah (Wanita Suci).
Menanggapi permohonan Nabi Muhammad SAW, Siti Kha­dijah tanpa pikir panjang langsung menyambutnya dengan senang hati, karena ia telah cukup mengenal Nabi Muhammad SAW sebagai pemuda yang ramah , jujur, clan sopan-santun. Maka be­rangkatlah Nabi Muhammad SAW ke negeri Syam, ditemani oleh Maisarah, budak Siti Khadijah. Pulang dari Syam, Nabi Muham­mad memperoleh keuntungan amat besar, yang belum pernah di­capai oleh para pedagang lain.
  • Pernikahan dengan Khadijah

Pernikahan dengan Khadijah
Pernikahan dengan Khadijah
Siti Khadijah amat kagum terhadap pemuda bernama Muhammad. Lebih-lebih ketika ia mendengar sendiri dari Maisarah, bagaimana agungnya perangai Nabi Muhammad selama di perjalanan maupun ketika berdagang. Maka berubahlah rasakagum itu menjadi rasa cinta. Maka dinyatakanlah oleh Khadijah keinginannya untuk meminta Nabi Muhammad menjadi suami baginya. Sedangkan khodjah saat itu berumur 40 tahun. Saat keinginan Khodijah disampaikan kepadanya, beliau mengatakan tidak memiliki apa-apa untuk perkawinan. Maysarah mengatakan bahwa Khodijah memintanya untuk menjadi suaminya. Maka akhirnya menikahlah beliau dengan Khodijah dengan selisih umur yang cukup jauh (28 SH/ 595 M). Perkawinan beliau dengan Khodijah membuahkan anak-anak: Qosim, Ruqayyah, ummi Kultsum dan Fatimah, yang kesemuanya wafat kecuali hanya satu saja yang hidup, yakni Fatimah.
  • Cerita Batu Hajar Aswad dan Gelar Al’amin

Cerita Batu Hajar Aswad dan Gelar Al’amin
Cerita Batu Hajar Aswad dan Gelar Al’amin
Cerita Batu Hajar Aswad dan Gelar Al’amin – Ketika Nabi Muhammad berusia 35 tahun, di Makkah terjadi bencana banjir sehingga merusakkan sebagian dinding Ka’bah. Setelah usai bencana, kaum Quraisy beramai-ramai memperbaiki dinding Ka’bah yang runtuh itu. Pada saat pekerjaan telah selesai, tinggal Hajar al-Aswad (batu hitam) yang mesti dikembalikan di tempatnya semula, terjadilah perselisihan di antara mereka. Masing-masing suku ingin memperoleh kehormatan dengan me­letakkan Hajar al-Aswad itu di tempatnya. Hampir saja terjadi per­tumpahan darah di antara merreka. Tetapi, tiba-tiba salah seorang berkata: “Wahai kaumku, janganlah kalian saling bermusuhan karena ini. Sebaiknya kita tunggu saja esok pagi, siapa yang per­tama kali datang ke pintu Masjid ini, dialah yang berhak meng­ambil keputusan.”
Pagi-pagi keesokan harinya, kaum Quraisy mendapati bahwa orang yang pertama kali masuk ke pintu Masjid adalah Nabi Mu­hammad s.a.w. Maka bersoraklah mereka menyambutnya, karena mereka yakin akan kejujuran pemuda Muhammad. Jadilah Nabi Muhammad s.a.w. sebagai hakim yang memutuskan perkara Hajar al-Aswad itu.
Nabi Muhammad s.a.w. kemudian menggelarkan kain surban­nya di atas tanah dan meletakkan Hajar al-Aswad di atasnya. Lalu, kepada masing-maing kepala suku, beliau memerintahkan untuk memegang tiap-tiap ujung kain itu dan mengangkatnya. Sampai diatas, beliau lalu mengangkat batu suci dengan tangannya sendiri, dan meletakkannya di tempatnya semula. Dengan cara itu, seluruh kaum Quraisy merasa puas, dan berseru: “Kami rela atas keputus­an yang dibuat oleh orang yang dipercaya ini!”
Sejak itu, Nabi Muhammad s.a.w. mendapat gelar “Al-Amin”, artinya “Yang Dipercaya”.
  • Menerima Wahyu Pertama

Menerima Wahyu Pertama
Menerima Wahyu Pertama
Saat usia beliau menginjak 35 tahun, Muhammad sering mengasingkan diri keluar kota Mekkah agar lebih tenang dan dapat berfikir jernih. Sebagai seorang yang sangat peduli dengan lingkungannya dan bangsanya, Muhammad ingin melakukan sesuatu agar kerusakan moral yang terjadi di kalangan masyarakat Arab tak terus berlanjut. Namun beliau sendiri bingung harus memulai dari mana. Tempat yang beliau pilih untuk merenung dan berfikir adalah Gua Hira’.
Akhirnya pada saat usia Muhammad 40 tahun disuatu malam saat beliau sedang khusyuk berdoa pada sang Khalik, muncullah cahaya putih yang tak lain adalah malaikat Jibril dan berkata “Iqra’” yang berarti “Bacalah” dan Muhammad menjawab aku tak bisa membaca. Memang Nabi Muhammad adalah seorang yang Umi atau buta huruf. Karena saat itu sangat jarang sekali orang yangbisa membaca dan menulis jika bukan seorang yang khusus mempelajari syair dan sastra. Orang yang tidak bergulat dibidang syair jarang yang bisa membaca dan menulis.
Lalu Jibril mengatakan lagi “Iqra’” dan Muhammad menjawab aku tak bisa membaca. Kemudian Jibril mendekat dan merangkul Muhammad yang saat itu sedang ketakutan karena didatangi orang asing dan berkata padanya untuk yang ketiga kalinya “Iqra’ bismirabbikalladzii Khalaq…” Itu adalah surat AL-‘Alaq ayat 1-5 yaitu wahyu yang pertama kali turun pada Muhammad dan resmilah saat itu yaitu malam 17 Ramadhan Muhammad diangkat oleh Alloh menjadi Rasulnya.
Berikut ini adalah bunyi wahyu pertama “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Alaq 96: 1-5)
Nabi Muhammad sangat gugup menerima wahyu itu, dan berulang-ulang malaikat Jibril memerintahkan kepadanya untuk membaca. Sampai akhirnya dieja bacaannya satu demi satu, hingga sempurna bacaan itu. Kemudian nabi Muhammad pulang ke rumahnya. Khodijah amat terkejut melihat suaminya menggigil dan badannya basah oleh peluh keringatnya. Beliau minta Khodijah menyelimutinya. Dan tiba-tiba Malaikat Jibril kembali datang kepadanya. Dalam keadaan berselimut itu datanglah malikat Jibril menyampaikan wahyu kedua yang artinya:
“ hai orang yang berselimut! Bangunlah dan beri peringatan! Besarkanlah Nama Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu dan jauhilah perbuatan Maksiat, janganlah kamu member karena ingin memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu.” (Al- Muddatstsir: 1-7)
Dengan demikian jelaslah sudah, bahwa Muhammad diperintahkan menyampaikan Risalah-Nya. Yaitu menyembah Allah Yang Maha Esa.
  • Proses Dakwah Nabi Muhammad SAW

Proses Dakwah Nabi Muhammad SAW
Proses Dakwah Nabi Muhammad SAW
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah terbagi kedalam 2 fase, fase yang pertama adalah dakwah secara sembunyi-sembunyi, dimana Rasulullah berdakwah melalui keluarga dan kerabat terdekat mendapat ajaran dan gemblengan keimanan dari Rasulullah di rumah Arqam bin Abil Arqam. Pada fase ini agama Islam perlahan-lahan mulai berkembang.
Pada fase yang kedua, yaitu fase secara terang-terangan, Rasulullah mulai mensyi’arkan Islam lebih luas, akibatnya banyak ancaman-ancaman serta intimidasi yang dialami oleh kaum musilimin pada saat itu. Beberapa pengikut beliau Yang mendapat siksaan dari orang kafir antara lain: Bilal bin Rabah, yaitu seorang budak milik Ummayyah half. Bilal ditelentangkan di atas terik matahari padang pasir, ditubuhnva ditindihkan batu besar. la dipaksa supaya meninggalkan Islam namun is tetap teguh dan imannya bertambah tebal. Bilal akhimya dibebaskan oleh Abu Bakar yang membelinya dari Umayyah bin Khalf.
  • Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW – Selama menyebarkan Islam, Nabi Muhammad selalu dimusuhi oleh kafir Quraisy. Namun begitu para kafir Quraisy tak berani terlalu jauh dalam memusuhinya karena Nabi Muhammad mendapat perlindungan dari pamannya yaitu Abu Thalib seorang pemimpin Quraisy yang sangat disegani. Walau Abu Thalib belum mengucap dua kalimat syahadat namun beliau sangat mendukung dakwah Nabi dan selalu melindunginya dari orang kafir lainnya yang mau menyakiti Nabi. Namun saat Abu Thalib wafat, dan pemimpin Quraisy dari bani Hasyim beralih ke yang lain, saat itu juga perlindungan terhadap Muhammad dicabut dan semakin menjadi-jadilah orang kafir memusuhi Muhammad dan orang Islam lainnya.
 Satu lagi pelindung Muhammad dalam berdakwah adalah Khadijah, istri Nabi sendiri. Sudah disebutkan diatas bahwa Khadijah bukanlah wanita sembarangan, beliau adalah wanita yang terhormat, kaya-raya dan memiliki pengaruh di kalangan orang Makkah. Dengan harta dan kedudukannya sebagai bangsawan tersebut Khadijah selalu membela Nabi dari kejahatan para kafir Quraisy yang ingin menyakiti dan membunuh Nabi. Namun saat Khadijah wafat bertambah sedihlah hati Nabi, sudah tak ada lagi orang-orang dekat yang selalu melindungi dan mendukungnya.
Tahun dimana Khadijah dan Abu Thalib wafat yang berada di tahun yang sama membuat Nabi merasa sedih begitu mendalam, tahun ini disebut tahun kesediahan atau Amul Husna. Allah SWT mengerti kesedihan yang dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW, lalu pada suatu malam, tanggal 27 Rajab setahun sebelum Nabi Hijrah ke Madinah, Nabi didatangi malaikat Jibril. Malaikat Jibril kemudian mengajak Nabi menaiki Buroq. Nabi kemudian diterbangkan menuju Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa di Palestina (Isra’) lalu naik ke Sidratul Muntaha atau langit ke tujuh (Mi’raj). Di sana Nabi menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Alloh.
Dalam perjalanan spiritual ini Nabi benar-benar merasa di cash kembali oleh Allah setelah kesedihan yang dialaminya dan semakin bersemangat dalam berdakwah. Dalam perjalanan itu Nabi juga bertemu dengan Rasul-Rasul terdahulu serta diperlihatkan Surga dan Neraka. Setelah pulang dari perjalanan, Nabi pun menceritakan pada sahabatnya, awalnya banyak yang heran namun karena Nabi terkenal tak pernah berbohong maka sahabat langsung mempercayainya dan semakin bertambah keimanannya. Sahabat yang pertama kali mempercayai Isra’ Mi’raj adalah Abu Bakar dan dari sinilah beliau diberi gelar As Sidiq yang artinya “yang mempercayai”.
  • Hijrah Ke Madinah

Hijrah Ke Madinah
Hijrah Ke Madinah
Mekkah dianggap sudah tidak aman lagi bagi Rasulullah dan pengikutnya, sementara di satu sisi orang-orang Madinah atau Madinah setiap hari semakin banyak yang masuk islam dan merindukan beliau hadir di tengah-tengah mereka.Maka Rasulullah memerintahkan para pengikutnya untuk hijrah ke Madinah. Berangkatlah para pengikut Nabi, secara diam-diam ke madinah, mereka ikhlas meninggalkan harta benda  dan rumah-rumah mereka demi memenuhi perintah Rasul. Sedang Rasulullah dan Abu Bakar akan menyusul di belakang hari.
Kabar tentang hijrah itu segera tercium oleh kaum kafir Qurais mereka sepakat untuk membunuh Rasulullah. Namun rencana mereka gagal. Allah melindungi Rasul-Nya. Setelah melalui berbagai rintangan sampailah Rasulullah di desa Quba yaitu sebuah tempat jaraknya 10 Kilometer dari Madinah. Di Quba beliau mendirikan masjid, maka hingga sekarang masjid tersebut dinamakan Masjid Quba. Inilah masjid yang pertama kali di bangun umat Islam. Setelah empat hari beristirahat di Quba beliau meneruskan perjalanannya ke Madinah. Di sana beliau disambut dengan hangat oleh para pengikutnya yang telah lama merindukan kedatangannya.
  • Kemenangan Umat Islam

Kemenangan Umat Islam
Kemenangan Umat Islam
Ternyata dari Madinah Inilah Rasulullah dapat menyusun kekuatan dan membina masyarakat Islam dengan sempunna. Madinah kemudian diubah namanya menjadi Madinatun Nabawi atau kemudian disebut Madinah. Di Madinah ini beliau membentuk angkatan perang dan mem­bina strategi perang. Sejarah kemudian mencatat bahwa Muhamad strategi perang. hanya seorang Nabi dan Rasul tapi juga seorang Kepala Negara. ahli tata masyarakat, Panglima Perang yang tangguh dan seorang ayah yang pastas diteladani oleh putra-putrinya.
Sesudah terjadi Perang Badar, perang Uhud dan peperanglainnya. akhirya Mekkah pun jatuh dalam kekuasaan beliau. Dengan  jatuhnya Mekkah, maka hampir dekatlah tugas kerasulan beliau.
  • Nabi Muhammad SAW Wafat

Makan Rasulullah Muhammad SAW
Makan Rasulullah Muhammad SAW
Setelah melaksanakan haji wada’, pada tanggal 12 Maulud hari Senin tahun 11 Hijriyah beliau wafat meninggalkan umatnya. Dalam penanggalan Masehi bertepatan dengan tanggal 8 Juni 632 dalam usia 63 tahun. Beliau dimakamkan di Madinah. Hingga sekarang makamnya selalu ramai diziarahi umat Islam dari seluruh dunia ketika mereka melaksanakan ibadah haji dan umrah. Beliau meninggalkan wasiat yang berharga bagi seluruh pengikut beliau. Warisan beliau bukanlah warisan berupa harta dan benda. Beliau hanya meninggalkan dua perkara yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Barang siapa umatnya yang tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Al-Hadits maka mereka tidak akan pernah tersesat selama-lamanya.
MasyaAllah, itulah cerita singkat tentang manusia yang paling mulia di muka bumi ini. Semoga kita senantiasa dapat meneladani sifat-sifat dan teladan dari nabi Muhammad SAW. Yuk sahabat, mari kita perbanyak bershalawat kepada beliau agar kita tergolong manusia yang diberi syafaat oleh Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir nanti. Aamiin.


Sumber : http://www.muslimkece.net/2016/03/kisah-lengkap-nabi-muhammad-saw-manusia-terbaik-sepanjang-masa.html